Sabtu, 27 Agustus 2011 0 komentar By: ROHIS ASH-SHAFF SMAN 6 Yogyakarta

BAGAIMANA AKU HARUS MEMBERITAHUMU ??

Alkisah ada seorang nabi yang bersahabat dengan malaikat maut. Pada suatu hari Nabi Allah ini berkata kepada malaikat maut, "Wahai malaikat maut, bila tiba waktunya engkau mencabut nyawaku, maukah engkau memberitahu aku jauh-jauh hari sebelumnya ?".
"Karena engkau nabi Allah, aku akan turuti permintaanmu itu!" jawab malaikat maut singkat.

Singkat cerita, setelah beberapa lama kemudian datanglah malaikat maut menjumpai sang nabi yang saat itu sedang lesehan melepaskan lelah, "Wahai nabi Allah, sekaranglah saatnya aku ditugaskan Allah untuk menjemputmu!"
"Hai malaikat maut, lupakah engkau akan kesepakatan kita ? lupakah engkau akan janjimu ? Bukankah engkau telah berjanji akan memberitahu aku terlebih dahulu sebelum saat ini tiba, mengapa engkau ingkar janji?" tanya Nabi dengan penuh keheranan "Sebenarnya aku tidak pernah ingkar janji, aku juga tidak lupa akan kesepakatan kita, hanya engkau saja yang tidak menyadari."
"Maksudmu engkau telah memberitahu aku sebelumnya ?"
"Benar wahai Nabi Allah, bahkan aku berkali-kali memberitahu dan memperingatkanmu."
"Kapan itu kau lakukan ?" tanya Nabi penuh keheranan

"Wahai Nabi Allah, bukankah sebulan yang lalu kau ikut memikul jenazah si fulan ? tidak sadarkah engkau bahwa saat itu akulah yang datang ? bukankah seminggu yang lalu kau ikut memandikan mayat si Polan ? tidak tahukah engkau bahwa saat itu akulah yang mengunjungi ? bukankah kemarin engkau ikut menshalatkan jenazah si anu ? lupakah engkau bahwa saat itu akulah yang bertamu ? bukankah tadi pagi engkau ikut menguburkan si Polin ? masih belum tahu dan belum sadarkah engkau bahwa saat itu akulah yang menjemputnya? Kalau semua itu belum cukup lalu dengan cara bagaimana lagi aku harus memberitahumu ?" jawab malaikat tidak kalah herannya.

Selasa, 23 Agustus 2011 0 komentar By: ROHIS ASH-SHAFF SMAN 6 Yogyakarta

BATU DAN BISIKAN

Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah..., ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.
Cittt....ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.
"Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores." Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.
Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. "Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. "Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...."
Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.."
Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. "Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku."
Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, di angkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. "Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatanmu." Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?
Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.
Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

Senin, 18 April 2011 0 komentar By: ROHIS ASH-SHAFF SMAN 6 Yogyakarta

.... Wahai Aktivis Dakwah ....

Wahai Aktivis Dakwah


Ikhwanul Muslim,
Langkah kalian penggerak jihad
Seruan kalian penggema syari'at
Sikap kalian ciri pemimpin sejati
Yang meninggikan Islam
Di atas Qur'an dan Sunnah

Akhwatush Sholihah
Doa kalian penyangga hati
Izzah kalian penyemangat jiwa
Sikap kalian ciri bidadari
Pendamping para mujahid
Di bawah cinta sang Robbi


Allohu Akbar...Allohu Akbar
Bangunlah wahai aktivis dakwah
Bulatkan tekad, satukan ukhuwah
Pembela umat, eratkan persaudaraan

Allohu Akbar...Allohu Akbar
Bangkitlah wahai aktivis dakwah
Nyalakan semangat, jangan pernah gentar
Hadapi segala rintangan, enyahkan kebathilan

Allohu Akbar...Allohu Akbar
Berjuanglah wahai aktivis dakwah
Jauhi maksiat, tumpas kedzaliman
Penerus perjuangan para tentara Alloh

Allohu Akbar...Allohu Akbar
Bergeraklah wahai aktivis dakwah
Penegak syiar Islam, penggerak sunnah
Bukti cinta para perindu Jannah
-Ar Ruhul Jadid-


Keep Spirit..!!!
Keep Istiqomah..!!!
Fighting .. !!!
^_^
Minggu, 17 April 2011 0 komentar By: ROHIS ASH-SHAFF SMAN 6 Yogyakarta

... Cinta Yang Hakiki ....

Bissmillah...

Sesungguhnya Hati Seseorang itu ada di genggaman ALLAH SWT...
Bagi Allah, membalikkan perasan hati manusia sangatlah mudah..
Seseorang yang dulunya cinta, suka, sayang kepada seseorang,, dalam sekejap, dalam hitungan detik, mudah saja bagi Allah mengubah rasa cinta tersebut menjadi sebuah kebencian... karna hati seseorang ada di genggaman ALLAH SWT..
dan Allah Maha Cinta,, Allah Maha Membalas Cinta...

Coba bayangkan jika di suatu hari nanti
Tak ada yang bisa mengisi ruang hati
Hidup kan terasa sepi tanpa ada yang dicintai
Namun pabila sudah ada yang dicintai
Jangan engkau lupa pada cinta haqiqi
Cinta kan bermakna bila didasari Ridlo Ilahi

Jadi,, Jangan serahkan cinta hanya pada manusia
karana itu kan penuh kepalsuan
dan menjadikan sebuah penyesalan
jangan mudah terlena oleh cinta yang hanya sementara, krn jika kehilangan akan skit rasanya... mka pilih.lah cinta yang hakiki..
Allah adalah cinta yang Abadi...

So,, KESIMPULANNYA..: "Cintailah Allah dan RosulNYA juga orangtua
Barulah kita cintakan sesama
Itulah tanda insan yang bertaqwa"


^_^
Selasa, 08 Maret 2011 0 komentar By: ROHIS ASH-SHAFF SMAN 6 Yogyakarta

pegang teguh peribahasa arab ini

MAN JADDA WAJADDA
siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses

MAN SHABARA ZHAFIRA
siapa yang bersabar akan beruntung

MAN SARA ALA DARBI WASHALA
siapa yang berjalan di jalan NYA akan sampai ke tujuan
Kamis, 17 Februari 2011 0 komentar By: ROHIS ASH-SHAFF SMAN 6 Yogyakarta

sharing...

ayo ramaikan blog rohis dong

tentang mimpi

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya...

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya...
Selamanya...

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu

mimpi adalah kunci dalam hidup ini, dengan bermimpi maka kita dapat mendapatkan semangat dalam hidup, dengan adanya semangat hidup maka hidup kita akan lebih berarti
tidak ada batasan dalam bermimpi
bermimpilah seluas-luasnya
sedalam samudra
seluas langit biru
jadikan mimpi itu sebagai suatu hal yang harus kita capai
jadikan mimpi itu sebagai semangat juang kita
mimpi itu indah...
mimpi itu tdak dilarang...
bermimpilah saat orang lain berharap

dalam novel *5 menara* alif sang tokoh utama memulai kesuksesannya dengan bermimpi, mengukir mimpi yang tinggi, dan menjadikan mimpi itu sebagai motivasi diri
lewat awan dia mengukir mimpi-mimpinya

hebat bukan mimpi'